PM-AAS Hadir di Sulawesi Barat, Targetkan Produktivitas Padi hingga 10 Ton per Hektare
POLEWALI MANDAR — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat menggelar kegiatan sosialisasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) kepada calon petani dan calon lokasi di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang akan diterapkan di 15 provinsi di Indonesia guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya padi.
Program PM-AAS direncanakan akan diterapkan pada lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Wonomulyo, dengan target produksi mencapai 10 ton per hektare. Metode ini merupakan adaptasi dari sistem budidaya padi modern yang dikembangkan di Arkansas, Amerika Serikat, yang kemudian diadopsi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat (Ka. BBRMP) dalam paparannya menyampaikan bahwa penerapan PM-AAS menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
“Metode ini memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih efektif dan efisien, sehingga mampu menghasilkan panen yang lebih tinggi. Dengan demikian, pendapatan petani juga berpotensi meningkat secara signifikan,” ujarnya.
Metode PM-AAS menitikberatkan pada penerapan teknologi pertanian modern, pengelolaan lahan yang optimal, serta penggunaan varietas unggul yang adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat. Selain itu, metode ini juga mengatur pola tanam dengan peningkatan populasi tanaman secara signifikan, sehingga mampu mendongkrak produktivitas lahan.
Penerapan PM-AAS di Sulawesi Barat diharapkan dapat menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis teknologi, program ini diyakini mampu mendorong transformasi menuju sistem pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh calon petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Antusiasme peserta menunjukkan kesiapan dalam mendukung implementasi program di tingkat lapangan.
Melalui pelaksanaan program PM-AAS secara serentak di 15 provinsi, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pertanian modern berbasis teknologi. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi padi nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.(NK/MN)